Ranking nilai penting ga sih??


Dari jaman kita tk nih ampe di ujung nanti perguruan tinggi kita kenal istilah ranking atau apaya bahasa indonya :/ pemeringkatan. Ranking atau pemeringkatan ini diambil berdasarkan dari itung- itungan nilai kita di raport, karena sumbernya yg berasal dari nilai tadi ia jadi semacam tolak ukur keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran (seenggaknya itu yg gue pahami ehehe).

Tp penting ga sih? mungkin kalo dari sudut pandang sekolah supaya menjadi motivasi bagi para siswa untuk mendapat nilai tinggi, sehingga kemudian para siswa belajar lebih giat dan rajin serta menumbuhkan semacam kompetisi yg dioercaya bisa menumbuhkan semangat dan menjadi lebih baik. Ya gitu2 deh kurang lebih.

Padahal pada realitanya sistem yg demikian justru problematik bagi siswa, karena menurut gue pada akhirnya hal ini cuma jadi beban buat siswa, bayangin aja siswa-siswa yang punya latar belakang, masalah yg masing2 pribadinya berbeda2 di tentukan tes yang sama, beberapa siswa yg mampu bisa bayar les, sebagian lain mungkin boro2 les buat punya waktu belajar aja kadang mesti bantu orang tua bekerja dulu, belum lagi alat-alat sekolah, buku dan penunjang-penunjang lain

Belum lagi efek yang diterima siswa, perasaan siswa yang diperingkat atas yg bawa beban ekspektasi guru dan orang tua yg bisa jadi hal ini justru bikin down ketika peringkatnya turun, kenapa gue bilang ini sebagai beban? Karena yang gue liat adalah kemudian proses belajar ini cuma jadi semacam motivasi eksternal dalam artian ia bukan yang berasal dari diri siswa bukan karena siswa seneng buat belajar, bukan karena keingintahuan, yaa, nilai aja yang akhirnya belajar malah jadi beban. Belom lagi yang ada di posisi buntut cuy, yang sering kali bikin kita merasa bodoh, dan merasa bodoh tu bikin kita sebagai siswa nih down banget dan susah buat naik, lo bisa liat lah gimana kemudian posisi peringkat yang berubah saling balapan itu cuma 10 besar dan itupun orangnya itu2 aja, posisi paling cuma ganti antara 3, posisi buntut? Mutlak cuy gapernah berubah :v. dan yang terpenting adalah bagi gue proses pembelaran bukanlah sesuatu yg sifatnya kompetisi buat capai tingkatan yang paling tinggi dll, tapi proses pembentukan pribadi, character building, perkembangan pola pikir, dann ngabangun rasa ingin tahu jangan sampe kemudian hal-hal yang esensial ini kegeser ama sesuatu kaya peringkat.

Gue gatau sih ini quotes relevan apa engga (kayanya engga), tp Einstein pernah bilang gini:

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”

        Kalo kita terus-terusan ngandelin ranking sebagai acuan keberhasilan, kita kayaknya lupa sama yang namanya proses belajar itu sendiri. Proses belajar itu harusnya jadi pengalaman yang menyenangkan, penuh dengan rasa ingin tahu dan eksplorasi. Bukannya jadi ajang balapan siapa yang bisa duduk di peringkat atas. Bayangin aja, kayak lomba lari tapi hadiahnya cuma selembar kertas dengan angka di pojok kanan atas. Meh :/

        Andai nih kalo sekolah isinya pengembangan individu, gak cuma dari sisi akademis tapi juga dari bakat dan minat, gue yakin kita bakal punya generasi yang lebih beragam dan berbakat. Coba bayangin, setiap siswa punya kesempatan buat bersinar di bidang yang mereka suka, tanpa harus ngerasa tertekan karena ranking. Kita bisa punya seniman hebat, atlet berbakat, ilmuwan jenius, dan banyak lagi. Dan gak ada lagi tuh drama soal ranking, kayak sinetron yang tiap episodenya bikin pening kepala.

        Selain itu, guru-guru juga perlu lebih peka yagasi dan ngasi dukungan yang sesuai dengan kebutuhan tiap siswa. Gak semua siswa bisa dipukul rata dengan cara yang sama. Harus ada pendekatan yang lebih personal, yang bisa bantu siswa berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat. Jadi, kalo ada siswa yang lebih jago ngegambar ketimbang ngerjain matematika, ya biarin aja dia fokus ke gambar. Toh, dunia juga butuh Picasso baru yakan

    kaya kata quotes tadi orang itu jenius dengan caranya masing-masing. Jadi jangan sampai kita menghakimi "ikan" karena gak bisa "memanjat pohon." Biarkan mereka berenang dan menunjukkan kecipak kecipuknya di dalam air

Comments

Popular posts from this blog

Entahlah

Hari pertama jadi siswa tingkat akhir

Suatu saat nanti~